salah satu pendapat keliru yang paling banyak beredar adalah bahwa douching (membersihkan vagina dengan cara menyemprotkan zat pembersih vagina) setelah senggama merupakan metode kontrasepsi. gagasan tersebut berpendapat bahwa wanita dapat membina ilas keluar cairan semen yang ada didalam vaginanya sebelum seperma mencapai uterus jika ia melakukan semprotan didaerah vaginanya segera setelah ejakulasi. namun, sebagian besar sperma berada di beberapa tetes pertama ejakulat, sehingga dalam waktu 90 detik, timbunan semen yg berisi sperma pada tulang serviks sudah memasuki saluran serviks. Kenyataan bahwa hampir mustahil wanita dapat melakukan penyemprotan tersebut dalam masa ini membantah kesalahpahaman yang ada.
berbagai laporan pada masa lalu yang menggunakan indeks pearl menyatakan angka kehamilan lebih dari 30 per 100 tahun pajanan untuk pasangan yang menggunakan penyemprotan sebagai metode kontrasepsi. angka ini membuat douching tidak lebih baik daripada semua metode kontrasepsi yang ada namun, karena angka keberhasilan metode penyemprotan ini rendah, para ahi jarang menyarankan penyemprotan daerah vagina sebagai metode kontrasepsi yang dapat diandalkan.
buku ajar asuhan kebidanan edisi 4 volume 1,helen varney,dkk 2006
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar